Sabtu, 20 Februari 2016

SMA M 9 brondong


Perbedaan Monokotil dan Dikotil




Tumbuhan berbunga (Angiospermae) dapat dibagi menjadi dua, yaitu tumbuhan monokotil dan dikotil. Keduanya sangat mudah dibedakan setelah perkecambahan, karena pada monokotil tumbuh daun tunggal (1 kotiledon), sedangkan dikotil tumbuh dua daun tunggal (2 kotiledon). Jadi, pengertian monokotil adalah tumbuhan berbunga yang menghasilkan biji dengan 1 kotiledon. Sedangkan pengertian dikotil adalah tumbuhan berbunga (angispermae) yang menghasilkan biji dengan 2 kotiledon dan dapat mengalami pertumbuhan eksogen, seperti pertumbuhan pada batang akibat dari penebalan kambium. Berikut merupakan perbedaan lain dari kedua jenis tumbuhan tersebut.
Perbedaan Antara Monokotil dan Dikotil
Yang menjadi dasar utama dalam klasifikasi monokotil dan dikotil adalah jumlah kotiledonnya. Kotiledon adalah daun lembaga yang mengandung nutrisi untuk embrio, sampai embrio tersebut memiliki daun-daun dan dapat memproduksi makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Jumlah kotiledon pada tumbuhan monokotil adalah satu, sedangkan tumbuhan dikotil memiliki dua kotiledon.
  • Biji Monokotil: Berkeping 1
    Dikotil: Berkeping 2
  • Tulang Daun Monokotil: Sejajar atau melengkung
    Dikotil: Menjari atau menyirip
  • Bunga Monokotil: Jumlah mahkota, kelopak, dan benang sari bunga kelipatan 3
    Dikotil: Jumlah mahkota, kelopak, dan benang sari bunga kelipatan 4 atau 5 (dapat berbuah)
    Jumlah bagian-bagian bunga dan tulang daun tidak selalu dapat dijadikan pembeda dari monokotil dan dikotil karena pada beberapa tumbuhan tidak mengikuti ciri-ciri umum keduanya
  • Akar Monokotil: Serabut. Ujung akar lembaga dilindungi koleoriza. Terbentuk dari batang (akar adventif)
    Dikotil: Tunggang. Terbentuk dari percabangan akar utama (radikula).
    Pada sebagian besar tumbuhan dikotil, akar terbentuk dari ujung bawah embrio (radikula). Radikula membentuk meristem apikal yang selanjutnya membentuk jaringan akar, sedangkan pada tumbuhan monokotil, akar terbentuk dari pembengkakan akar (akar adventif)
  • Pertumbuhan Sekunder Monokotil: Tidak ada pertumbuhan sekunder. Hanya pertumbuhan memanjang.
    Dikotil: Biasanya terdapat pertumbuhan sekunder sehingga dapat tumbuh membesar
    Pertumbuhan sekunder pada tumbuhan dikotil menyebabkan terbentuknya kayu dan kulit pada pohon serta menambah diameter pohon. Pertumbuhan ini tidak terjadi pada tumbuhan monokotil
  • Berkas Pengangkut Monokotil: Tersebar di seluruh batang tanpa susunan khusus. Tidak memiliki korteks
    Dikotil: Membentuk cincin (melingkar). Tersusun atas korteks dan stele (xilem dan floem)
    Berkas pengangkut terdiri dari xilem dan floem yang terdapat di tulang daun. Xilem terdiri atas pembuluh-pembuluh xilem yang panjang dan berbentuk tabung. Xilem mengangkut air dari akar hingga ke daun untuk menggantikan air yang hilang karena transpirasi, sedangkan floem mendistribusikan produk hasil fotosintesis dari daun ke batang dan seluruh bagian tumbuhan.
    Xilem dan floem terbentuk dari sel-sel kambium meristematik. Jaringan yang terbentuk dari kambium dan tumbuh ke luar akan membentuk kulit pohon (bark), sedangkan ke dalam membentuk batang kayu (wood).


    Hamid sedayulawas asli

Jumat, 19 Februari 2016

AKEK, berhati hatilah dengan AKIK


Assalamu'alaikum Wr. Wb

Ya  Akhi ya Ukhti





Termasuk Syirik Kepada Allah , Percaya kepada Jimat dan Sejenisnya

Bismillahirrahmanirrahim.

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا



Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS. An Nisaa : 48)

Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari Abu Basyir Al Anshari RA, bahwa dia pernah bersama Rasulullah dalam suatu perjalanan beliau, lalu beliau mengutus seorang utusan (untuk memaklumkan):

أن لا يبقين في رقبة بعير قلادة من وتر أو قلادة إلا قطعت

"Supaya tidak terdapat lagi di leher unta kalung dari tali busur panah atau kalung apapun, kecuali harus diputuskan".

وعن ابن مسعود رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: (إن الرقى والتمائم والتولة شرك) [رواه أحمد وأبو داود]

Dari Ibnu Mas'ud menuturkan : Aku telah mendengar Rasulullah bersabda:

"Sesungguhnya ruqyah, tamimah, dan tiwalah adalah syirik" (HR. Ahmad dan Abu Dawud)


--------------------------------------------------------------
Tamimah : Sesuatu yang dikalungkan di leher, atau tangan anak-anak untuk menangkal atau menolak 'ain. Dapat berupa benang hitam, gelang tulang binatang ikan Hiu, Bulu Landak, dan benda-benda lain.

Ruqyah : Ruqyah diizinkan selama penggunaannya bebas dari hal-hal syirik, sebab Rasulullah telah memberikan keringanan dalam hal ruqyah ini untuk mengobati 'ain atau sengatan kalajengking.

Tiwalah : Sesuatu yang dibuat dengan anggapan bahwa hal tersebut dapat membuat seorang istri atau suami agar mencintai atau sebaliknya.
---------------------------------------------------------------

وعن عبد الله بن عكيم مرفوعاً: (من تعلق شيئاً وكل إليه). رواه أحمد والترمذي

Hadits Marfu' diriwayatkan dari 'Abdullah bin 'Ukaim:

"Barang siapa menggantungkan sesuatu barang (dengan anggapan bahwa barang itu bermanfa'at atau dapat melindungi dirinya), niscaya Allah menjadikan dia selalu bergantung kepada barang tersebut (HR. Ahmad dan at Tirmidzi)


قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم: يا رويفع! لعل الحياة تطول بك، فأخبر الناس أن من عقد لحيته، أو تقلد وتراً، أو استنجى برجيع دابة أو عظم، فإن محمداً بريء منه.

Rasulullah bersabda kepadaku : "Hai Ruwaifi ! Semoga engkau berumur panjang; untuk itu, sampaikan kepada orang-orang bahwa siapa saja yang menggelung jenggotnya atau memakai kalung dari tali busur panah atau beristinja' dengan kotoran binatang ataupun dengan tulang, maka sesungguhnya Muhammad berlepas dari orang itu". (HR. Ahmad)


وعن سعيد بن جبير رضي الله عنه، قال: (من قطع تميمة من إنسان كان كعدل رقبة) [رواه وكيع]. وله عن إبراهيم قال: كانوا يكرهون التمائم كلها، من القرآن وغير القرآن.

Waki' meriwayatkan bahwa Sai'd bin Jubair berkata:

"Barang siapa memutus suatu tamimah dari seseorang, maka tindakannya itu sama dengan memerdekakan seorang budak".

Dan Waki' meriwayatkan pula bahwa Ibrahim (An Nakha'i) berkata:

"Mereka para sahabat (para sahabat 'Abdullah Ibnu Mas'ud) membenci segala jenis tamimah, baik dari ayat-ayat Al Qur'an atau bukan dari ayat-ayat Al Qur'an."


TERMASUK SYIRIK: MEMAKAI GELANG, BENANG DAN SEJENISNYA SEBAGAI PENGUSIR ATAU PENANGKAL MARA BAHAYA


وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلْ أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ

"Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?", niscaya mereka menjawab: "Allah". Katakanlah: "Maka Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, Apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, Apakah mereka dapat menahan rahmatNya?. Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku". kepada-Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri".(QS. Az Zumar : 38)


عن عمران بن حصين رضي الله عنه، أن النبي صلى الله عليه وسلم رأى رجلاً في يده حلقة من صفر، فقال: (ما هذه)؟ قال: من الواهنة. فقال: (انزعها فإنها لا تزيدك إلا وهناً، فإنك لو مت وهي عليك، ما أفلحت أبداً) رواه أحمد بسند لا بأس به.

Dari 'Imran bin Hushain menuturkan bahwa Nabi SAW melihat seorang laki-laki terdapat di tangannya gelang kuningan, maka beliau bertanya: "Apakah ini ?" Orang itu menjawab: "Penangkal sakit." Nabipun bersabda:"Lepaskan itu, karena ia hanya akan menambah kelemahan pada dirimu; sebab jika kamu mati sedang gelang itu masih ada pada tubuhmu, kamu tidak akan beruntung selama-lamanya. (Hadits dari Imam Ahmad dengan sanad yang bias diterima).


وله عن عقبة بن عامر رضي الله عنه مرفوعاً: (من تعلق تميمة فلا أتم الله له، ومن تعلق ودعة فلا ودع الله له) وفي رواية: (من تعلق تميمة فقد أشرك).

Dan riwayat Ahmad pula dari 'Uqbah bin 'Amir dalam hadits marfu:

"Barang siapa menggantungkan tamimah, semoga Allah tidak mengabulkan keinginannya; dan barang siapa menggantungkan wada'ah, semoga Allah tidak memberi ketenangan pada dirinya. Disebutkan dalam riwayat lain: "Barang siapa menggantungkan tamimah, maka dia telah berbuat syirik".

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Hudzaifah, bahwa ia melihat seorang laki-laki di tangannya ada benang untuk mengobati sakit panas, maka dia putuskan benang itu seraya membaca firman Allah:

وما يؤمن أكثرهم بالله إلا وهم مشركون

"Dan sebagian besar dari mereka itu beriman kepada Allah, hanya saja mereka pun berbuat syirik (kepada-Nya).

Kandungan Bab :

1. Dilarang keras memakai gelang, benang dan sejenisnya seperti tasbeh dari kayu pukah dll, untuk maksud seperti di atas.

2. Dinyatakan bahwa apabila mati, sedangkan gelang atau sejenisnya itu masih melekat pada tubuhnya, tidak akan beruntung. Ini menunjukkan kebenaran pernyataan para sahabat bahwa :"Syirik asghar lebih berat daripada dosa besar".

3. Syirik tidak dapat dima'afkan dengan alasan "Karena tidak tahu"



Wallahu 'alam.

Dazhaf  Sedayulawas  online

Tour Anak MTS M 3 Sedayulawas

Untuk anak anakku 
MTS MUHAMMADIYAH 3 SEDAYULAWAS

Noval, Atika, Tami, Lala, Radwah, Nova, Laela, Dimas, Faqih, Uffi, DKK
Ayo persiapkan diri mu  mari kita taklukkan  Soal soal UN  2016 nt.
Setelah itu kita Kita bisa Refrees Bersama  cari udara segas  ..................
Hooooooooooorrrrrrrrrrreeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
kita bisa poto poto bersama    ok.

Jumat, 18 Desember 2015

ANAK MTS M 3 ISI LIBURAN DENGAN BERKEMAH DAN BERPETUALANG

TUJUAN BERKEMAH 
BAGI ANAK HW MTS M 3 SEDAYULAWAS

Kalau kita membicarakan tentang berkemah, pasti yang dibenak kita akan terbanyang dengan sebuah benda yang bernama tenda, dan juga alam terbuka. Betul betul..! namun banyak sekali manfaat lainnya yang dapat diperoleh dari acara berkemah, kali ini nfo jempol akan menulis tenatang manfaat berkemah, memilih tempat yang baik untuk berkemah, perlengkapan yang dibutuhkan dalam berkemah, hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum berkemah dan lain sebagainya, ini sama persis dengan ada yang di buku Panduan Ke HW an..
              Manfaat Berkemah
1.       Mengagumi alam Semesta  ciptaanAllah SWT. dan meningkatkan rasa syukur kita kepadanya
2.       Mempercakap diri dalam melaksanakan Kegiatan Ke  HW an
3.       Mempraktikkan sistem kerukunan
4.       Dapat mengenal alam dan kawan lebih dekat
        5.       Kita akan menemuka hal-hal yang baru, yang akan mempertebal percaya pada diri 
               sendiri



Selamat Berkemah anak ku
Jaga dirimu jangan sampai lupa Sholat .........................


















Senin, 28 September 2015

KISI KISI SOAL UTS SMA M 9 SDY


MATERI BIOLOGI

Ruang lingkup Biologi.
Objek dan permasalahan biologi pada berbagai tingkat organisasi kehidupan dan metode ilmiah
Virus

Archaebacteria dan Eubacteria



INDIKATOR SOAL

1. Siswa Memahami obyek kajian ilmu biologi
2. Siswa  dapat menjelaskan dari cabang ilmu biologi
1
2
3. Siswa dapat menjelaskan tentang metode ilmiah
4. Siswa  dapat membuat hipotesis dan membuat
    judul  dari sebuah penelitian
3
4

5. Siswa dapat menjelaskan ciri ciri Virus
6. Siswa dapat menjelaskan tentang Reproduksi Virus
7. Siswa dapat Menjelaskan setruktur Virus
8. Siswa memahami tentang penularan dan
    pencegahan penyakit yang disebabkan oleh Virus
5
6
7
8
9. Siswa dapat menjelaskan  tentang Archaebacteria
10 Siswa  dapat Menjelaskan tentang Eubacteria
9
10








Jumat, 18 September 2015

Bahaya Makan dan Minum Berlebihan


Bahaya Makan dan Minum Berlebihan Menjadi pemalas dan Sumber penyakit

 




Allah Ta'ala berfirman,
وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“Makan dan minumlah kalian, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”.


Bahaya Makan dan Minum Berlebihan Dalam surat Muhammad [47]: 12, Allah swt berfirman

.... وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ
Artinya: “…Dan orang-orang kafir mereka selalu bersenang-senang dan mereka makan seperti makannya binatang ternak dan neraka adalah tempat tinggal mereka.”
Dalam ayat di atas, Allah swt menyebutkan dua sifat orang kafir. Pertama, suka hidup bersenang-senang, karena bagi meraka tidak ada yang menghalangi untuk mencapai atau melakukan sesuatu. Bagi mereka, semuanya boleh dikerjakan disamping mereka tidak punya beban kewajiban yang mesti ditunaikan. Tidaklah salah kiranya Rasulullah saw menggambarkan bahwa dunia adalah penjara bagi orang beriman dan sorga bagi orang kafir.
Kedua, mereka makan seperti makannya binatang ternak. Bagaimana makannya binatang ternak, sehingga Allah menyamakan makannya orang kafir dengan makan mereka?
Bila diperhatikan ada hal yang buruk dari cara makannya binatang ternak, yaitu makannya selalu berlebihan. Misalnya, sapi atau kerbau bila makan pasti perutnya diisi penuh sampai “buncit”. Bahkan sampai tidak ada lagi ruang untuk yang lain; air dan udara. Lalu apa hubungannya dengan kekafiran?
Dalam haditsnya Rasulullah saw mengingatkan
إياكم والبطنة في الطعام والشراب فانها مفسدة للجسم وتورث السقم عن الصلاة
Artinya: “Jauhilah olehmu mengisi perut dengan penuh terhadap makanan dan minuman, sebab mengisi perut dengan penuh akan membahayakan tubuh dan menyebabkan malas shalat.” (H.R. Bukhari)

Dari hadits di atas, jelaslah bahwa mengisi perut secara berlebihan meskipun dengan makanan yang halal, tetap dilarang dan mesti dihindari. Sebab, mengisi perut dengan berlebihan dapat menimbulkan berbagai jenis penyakit baik jasmani maupun rohani. Secara jasmanai makan yang berlebihan bisa menyebabkan kolesterol, penyakit gula, jantung, dan berbagai jenis penyakit lainnya. Karena, Secara medis orang yang banyak makan sangat potensial menjadi gemuk, dan orang yang gemuk rentan dengan berbagai macam penyakit.

Secara rohani orang yang makan berlebihan kata Rasulullah saw. akan malas shalat. Sebab, biasanya bila sudah kekenyanagn seseorang akan diserang rasa kantuk dan akhirnya tidur dengan pulas karena kekenyangan. Shalat hanyalah salah satu saja contoh ibadah yang disebutkan Rasulullah saw. Orang yang suka megisi perutnya dengan kenyang dia tidak hanya malas shalat, tetapi juga malas melaksanakan ibadah dan aktifitas yang lain.  Dengan demikian berlebihan dalam mengisi perut bisa menyeret seseorang kepada kekufuran dengan Allah.
Dampak makan secara berlebihan tidak hanya cukup sampai di sini. Pada awalnya berlebihan dalam segi jumlah, namun kemudian menuntut lebih dari segi kualitas. Pada awalnya mungkin perut cukup diisi nasi dan telur serta sambal secukupnya, namun kemudian dia akan menuntut ayam, daging dan seterusnya. Kalau sebelumnya cukup makan tiga kali, kemudian dia menuntut empat, lima, enam atau diisi secara terus menerus tanpa henti. Bila keuangan masih cukup dan mampu membeli semua keinginan perut tersebut masih lumayan. Bagaimana sekiranya keuangan atau anggaran tidak mencukupi untuk membeli semua. Bukankah iblis kemudian datang dan membisikan hal lain seperti mencuri, korupsi, mengambil hak orang lain dan sebagainya. Akhirnya orang yang mengisi perut secara berlebihan akan terperangkap menjadi pelaku kemaksiatan secara keseluruhan. Bukankah sikap seperti itu dimiliki oleh binatang ternak? Mereka tidak pernah mempertimbangkan milik orang lain. Bagi binatang ternak semua yang ada di depan mereka adalah milik mereka dan boleh diambil dan dimakan.
Oleh karena itu, Islam sangat bijaksan mengatur umatnya dalam persoalan makan dan minum. Islam mengajarkan bentuk tawassuth (kesederhanaa). “Sebaik-baik urusan adalah yang pertengahan” (H.R. Bukhari). Islam tidak pernah melarang umatnya untuk menikmati fasilitas dunia, karena memang semuanya diciptakan untuk manusia. Namun yang tidak boleh adalah berlebihan dan melampaui batas.
Agaknya dalam hal ini kita perlu meneladani sifat seekor anjing yang selalu suka mengosongkan perutnya. Anjing adalah binatang yang dianggap hina karena haramnya, namun tentu dibalik penciptaannya itu pasti ada keistimewaan yang bisa diambil manfaatnya oleh manusia. Dalam ayat yang lalu Allah menyebut al-'An'âm yang berarti khusus binatang ternak, dan anjing bukanlah bagian dari binatang ternak. Ternyata salah satu sifat istimewa anjing yang tidak dimiliki binatang ternak adalah kegemaranya mengosongkan perut yang semestinya dicontoh oleh seorang mukmin.