Jumat, 18 Desember 2015

ANAK MTS M 3 ISI LIBURAN DENGAN BERKEMAH DAN BERPETUALANG

TUJUAN BERKEMAH 
BAGI ANAK HW MTS M 3 SEDAYULAWAS

Kalau kita membicarakan tentang berkemah, pasti yang dibenak kita akan terbanyang dengan sebuah benda yang bernama tenda, dan juga alam terbuka. Betul betul..! namun banyak sekali manfaat lainnya yang dapat diperoleh dari acara berkemah, kali ini nfo jempol akan menulis tenatang manfaat berkemah, memilih tempat yang baik untuk berkemah, perlengkapan yang dibutuhkan dalam berkemah, hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum berkemah dan lain sebagainya, ini sama persis dengan ada yang di buku Panduan Ke HW an..
              Manfaat Berkemah
1.       Mengagumi alam Semesta  ciptaanAllah SWT. dan meningkatkan rasa syukur kita kepadanya
2.       Mempercakap diri dalam melaksanakan Kegiatan Ke  HW an
3.       Mempraktikkan sistem kerukunan
4.       Dapat mengenal alam dan kawan lebih dekat
        5.       Kita akan menemuka hal-hal yang baru, yang akan mempertebal percaya pada diri 
               sendiri



Selamat Berkemah anak ku
Jaga dirimu jangan sampai lupa Sholat .........................


















Senin, 28 September 2015

KISI KISI SOAL UTS SMA M 9 SDY


MATERI BIOLOGI

Ruang lingkup Biologi.
Objek dan permasalahan biologi pada berbagai tingkat organisasi kehidupan dan metode ilmiah
Virus

Archaebacteria dan Eubacteria



INDIKATOR SOAL

1. Siswa Memahami obyek kajian ilmu biologi
2. Siswa  dapat menjelaskan dari cabang ilmu biologi
1
2
3. Siswa dapat menjelaskan tentang metode ilmiah
4. Siswa  dapat membuat hipotesis dan membuat
    judul  dari sebuah penelitian
3
4

5. Siswa dapat menjelaskan ciri ciri Virus
6. Siswa dapat menjelaskan tentang Reproduksi Virus
7. Siswa dapat Menjelaskan setruktur Virus
8. Siswa memahami tentang penularan dan
    pencegahan penyakit yang disebabkan oleh Virus
5
6
7
8
9. Siswa dapat menjelaskan  tentang Archaebacteria
10 Siswa  dapat Menjelaskan tentang Eubacteria
9
10








Jumat, 18 September 2015

Bahaya Makan dan Minum Berlebihan


Bahaya Makan dan Minum Berlebihan Menjadi pemalas dan Sumber penyakit

 




Allah Ta'ala berfirman,
وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“Makan dan minumlah kalian, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”.


Bahaya Makan dan Minum Berlebihan Dalam surat Muhammad [47]: 12, Allah swt berfirman

.... وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ
Artinya: “…Dan orang-orang kafir mereka selalu bersenang-senang dan mereka makan seperti makannya binatang ternak dan neraka adalah tempat tinggal mereka.”
Dalam ayat di atas, Allah swt menyebutkan dua sifat orang kafir. Pertama, suka hidup bersenang-senang, karena bagi meraka tidak ada yang menghalangi untuk mencapai atau melakukan sesuatu. Bagi mereka, semuanya boleh dikerjakan disamping mereka tidak punya beban kewajiban yang mesti ditunaikan. Tidaklah salah kiranya Rasulullah saw menggambarkan bahwa dunia adalah penjara bagi orang beriman dan sorga bagi orang kafir.
Kedua, mereka makan seperti makannya binatang ternak. Bagaimana makannya binatang ternak, sehingga Allah menyamakan makannya orang kafir dengan makan mereka?
Bila diperhatikan ada hal yang buruk dari cara makannya binatang ternak, yaitu makannya selalu berlebihan. Misalnya, sapi atau kerbau bila makan pasti perutnya diisi penuh sampai “buncit”. Bahkan sampai tidak ada lagi ruang untuk yang lain; air dan udara. Lalu apa hubungannya dengan kekafiran?
Dalam haditsnya Rasulullah saw mengingatkan
إياكم والبطنة في الطعام والشراب فانها مفسدة للجسم وتورث السقم عن الصلاة
Artinya: “Jauhilah olehmu mengisi perut dengan penuh terhadap makanan dan minuman, sebab mengisi perut dengan penuh akan membahayakan tubuh dan menyebabkan malas shalat.” (H.R. Bukhari)

Dari hadits di atas, jelaslah bahwa mengisi perut secara berlebihan meskipun dengan makanan yang halal, tetap dilarang dan mesti dihindari. Sebab, mengisi perut dengan berlebihan dapat menimbulkan berbagai jenis penyakit baik jasmani maupun rohani. Secara jasmanai makan yang berlebihan bisa menyebabkan kolesterol, penyakit gula, jantung, dan berbagai jenis penyakit lainnya. Karena, Secara medis orang yang banyak makan sangat potensial menjadi gemuk, dan orang yang gemuk rentan dengan berbagai macam penyakit.

Secara rohani orang yang makan berlebihan kata Rasulullah saw. akan malas shalat. Sebab, biasanya bila sudah kekenyanagn seseorang akan diserang rasa kantuk dan akhirnya tidur dengan pulas karena kekenyangan. Shalat hanyalah salah satu saja contoh ibadah yang disebutkan Rasulullah saw. Orang yang suka megisi perutnya dengan kenyang dia tidak hanya malas shalat, tetapi juga malas melaksanakan ibadah dan aktifitas yang lain.  Dengan demikian berlebihan dalam mengisi perut bisa menyeret seseorang kepada kekufuran dengan Allah.
Dampak makan secara berlebihan tidak hanya cukup sampai di sini. Pada awalnya berlebihan dalam segi jumlah, namun kemudian menuntut lebih dari segi kualitas. Pada awalnya mungkin perut cukup diisi nasi dan telur serta sambal secukupnya, namun kemudian dia akan menuntut ayam, daging dan seterusnya. Kalau sebelumnya cukup makan tiga kali, kemudian dia menuntut empat, lima, enam atau diisi secara terus menerus tanpa henti. Bila keuangan masih cukup dan mampu membeli semua keinginan perut tersebut masih lumayan. Bagaimana sekiranya keuangan atau anggaran tidak mencukupi untuk membeli semua. Bukankah iblis kemudian datang dan membisikan hal lain seperti mencuri, korupsi, mengambil hak orang lain dan sebagainya. Akhirnya orang yang mengisi perut secara berlebihan akan terperangkap menjadi pelaku kemaksiatan secara keseluruhan. Bukankah sikap seperti itu dimiliki oleh binatang ternak? Mereka tidak pernah mempertimbangkan milik orang lain. Bagi binatang ternak semua yang ada di depan mereka adalah milik mereka dan boleh diambil dan dimakan.
Oleh karena itu, Islam sangat bijaksan mengatur umatnya dalam persoalan makan dan minum. Islam mengajarkan bentuk tawassuth (kesederhanaa). “Sebaik-baik urusan adalah yang pertengahan” (H.R. Bukhari). Islam tidak pernah melarang umatnya untuk menikmati fasilitas dunia, karena memang semuanya diciptakan untuk manusia. Namun yang tidak boleh adalah berlebihan dan melampaui batas.
Agaknya dalam hal ini kita perlu meneladani sifat seekor anjing yang selalu suka mengosongkan perutnya. Anjing adalah binatang yang dianggap hina karena haramnya, namun tentu dibalik penciptaannya itu pasti ada keistimewaan yang bisa diambil manfaatnya oleh manusia. Dalam ayat yang lalu Allah menyebut al-'An'âm yang berarti khusus binatang ternak, dan anjing bukanlah bagian dari binatang ternak. Ternyata salah satu sifat istimewa anjing yang tidak dimiliki binatang ternak adalah kegemaranya mengosongkan perut yang semestinya dicontoh oleh seorang mukmin.






























Jumat, 28 Agustus 2015



10 TIPS UNTUK MENJADI ANAK YANG SHOLEH

1. Cinta kepada Allah dengan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun dan tidak beribadah kepada selainNya seperti beribadah kepada, Sapi, Kerbau, Matahari, Nyi Roro Kidul, Dewa-Dewi, Batu, Pohon-pohon besar, Kuburan orang sholeh, patung dan lain sebagainya.
2. Cinta kepada Muhammad SAW sebagai Nabi utusan Allah dengan mematuhi perintahnya dan menjauhi apa yang dilarangnya, serta percaya dengan risalah yang dibawanya yaitu hadits atau As-Sunnah.
3. Cinta kepada Al-Qur’an, dengan selalu membacanya, kemudian senantiasa muroja’ah berusaha menghafalnya karena orang yang menjaganya akan mendapatkan syafaat atau pertolongan kelak di hari kiamat atau hari pembalasan.
4. Cinta kepada shahabat-shahabat Muhammad SAW yang turut membela dan memperjuangkan Islam disisi Rasulullah SAW dengan tidak membenci mereka ataupun mencaci mereka.
5. Cinta kepada Keluarga Rasulullah yang turut berjuang bersama Rasulullah menyebarkan Islam ke seluruh negeri dan cinta kepada orang-orang yang selalu mengikuti jalannya Rasulullah SAW.
6. Cinta Sholat lima waktu dengan tidak sekalipun meninggalkannya serta mengerjakan sholat-sholat sunnah, bagi anak laki-laki berjama’ah di Masjid dan anak perempuan sholat di rumah mereka tepat pada waktunya.
7. Cinta masjid, karena masjid adalah rumah Allah dengan tidak membuat keributan di dalamnya serta tidak bercanda atau tertawa ketika sholat karena cinta mereka kepada Allah dan menghargai rumah Allah.
8. Cinta kepada kedua orang tua, dengan mematuhi perintahnya, tidak menyakiti hati mereka, selalu berbuat baik kepada mereka, berusaha menyenangkan hati orang tua dan tidak menyusahkan atau membandel terhadap keduanya.
9. Cinta kepada saudara, adik-kakak, kakek-nenek, paman-bibi, tetangga dan seluruh kaum muslimin di seluruh dunia.
10. Cinta dan sayang kepada fakir miskin, anak terlantar, anak yatim, dengan memberikan bantuan sesuai dengan keperluan mereka dan perduli serta tidak mencemooh atau mengolok-olok mereka sebab mereka adalah juga hamba Allah.
Semoga adik-adik bisa mengambil pelajaran dari 10 ciri anak sholeh dan sholehah ini. Amin

(Ayah, Daffa dan Daffy)

Minggu, 21 Desember 2014












Nama Dan tingkatan surga Dan neraka beserta dalilnya


SURGA

1. Surga Firdaus

Mengenai surga firdaus ini, dalam Al Qur'an, surat Al Kahfi, ayat 107, Allah swt. telah menegaskan:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُ لاً.

"sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh bagi mereka adalah 'surga firdaus menjadi tempat tinggal".

Juga penegasanya dalam Al Qur'an, surat Al Mu'minuun, ayat 9-11.

وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ.أُولَٰئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ.الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ.

"Dan orang-orang yang memelihara shalat: Mereka itu adalah orang - orang yang akan mewarisi (yaitu) yang bakal mewarisi surga firdaus, mereka kekal di dalamnya".

2. Surga Adn

Surga 'Adn ini telah banyak sekali dijelaskan dalam Al Qur'an. yaitu sebagai berikut: Firman Allah swt. di dalam surat Thaaha, tepatnya ayat 76.

جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلاَ نْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ مَنْ تَزَكَّىٰ.

"(Yakni) surga 'Adn yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, didalamnya mereka kekal. dan itulah (merupakan) balasan bagi orang yang ( dalam keaddan ) bersih ( saat didunianya dari berbagai dosa )".
Firman-nya lagi didalam surat Shaad, ayat 50 :


جَنَّاتِ عَدْنٍ مُفَتَّحَةً اْلاَ لَهُمُ بْوَابُ.

" (Yaitu) surga'Adn yang pintu - pintunya terbuka bagi mereka".

3. Surga Na'iim

Dalam Al Qur'an surat al Hajj, ayat 56. Allah swt. telah menegaskan :

الْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ.

" Maka orang - orang beriman dan mengerjakan amal shaleh ada di dalam surga yang penuh kenikmatan".
Firman-nya lagi dalam surat Al Luqman, ayat 8 :

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتُ النَّعِيمِ.

"Sesungguhnya orang - orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, bagi mereka bakal mendapat surga yang penuh kenikmatan".

4. Surga Ma'wa

Banyak sekali didalam Al Qur'an dijelaskan, antara lain :
Surat As Sajdah, ayat 19 Allah swt. menegaskan:

أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَىٰ نُزُلًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ.

"Adapun orang - orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. maka bagi mereka mendapat surga - surga tempat kediaman, merupakan pahala pada apa yang telah mereka:kerjakan".
Firman-nya lagi didalam surat An Naazi'aat, ayat 41:

فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ.

"Maka sesungguhnya surga ma'walah tempat tinggal(nya)".

5. Surga Darussalam

Mengenai surga Darussalam ini, telah banyak dijelaskan didalam Al Qur'an, diantaranya ialah : Dalam surat Yunus, ayat 25 :

وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَىٰ دَارِ السَّلَامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ.

"Dan allah meriyeru (manusia) ke Darussalam (yakni surga), dan memimpin orang yang dikhendaki-nya kepada jalan yang lurus".

6. Surga Daarul Muqoomah

Sesuai dengan penegasan allah swt. di dalam Al Qur'an, surat Faathir, ayat 34-35:

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ ۖ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ.الَّذِي أَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهِ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ.

"Dan berkatalah mereka : Segala puji bagi allah yang telah mengapus (rasa) duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami adalah Maha Pengmpun lagi Maha Mensyukuri: Yang memberi tempat kami di dalam tempat yang kekal (surga) dan karunia-nya".

7. Surga maqoomul Amiin

Sesuai dangan penegasan Allah swt. didalam Al Qur'an, surat Ad Dukhan, ayat 51:

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ.

"sesungguhnya orang - orang yang bertawakal tinggal didalam tempat yang aman (surga)".

8. Surga Khuldi

Di dalam Al Qur'an tepatnya surat Al Furqaan, ayat 15, Allah swt. telah menegaskan :

قُلْ أَذَٰلِكَ خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ الْخُلْدِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۚ كَانَتْ لَهُمْ جَزَاءًوَمَصِيرًا.

"Katakanlah : "Apa (siksa) yang seperti itu yang baik, atau surga yang kekal, yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa, sebagai balasan dan kediaman kembali mereka".


NERAKA

1. Huthamah

Nama ini tercantum dalam Al-Qur'an Surat Al-Humazah (104) ayat 4-5. didalamya ditempati orang-orang yahudi.

كَلَّا ۖ لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ.وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ.

sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?

2. Hawiyah

Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Qori'ah (101) ayat 9-10.

فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ.وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ.

maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?

didalamnya ditempati orang-orang munafik dan orang-orang kafir.

3. Jahannam

Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat al-hijr (15) ayat 43.

وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ

Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya.

4. Jahim

Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran surat As-Syu'araa (26) ayat 91.

وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ.

dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat",

didalamnya ditempati orang-orang musyrik.

5. Saqar

Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Muddatstsir (26) ayat 26-27,

سَأُصْلِيهِ سَقَرَ.وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُ.

Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu?

Al-Quran Surat Al-Muddatstsir (26) ayat 42

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ.

"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"

didalamnya ditempati orang-orang penyembah berhala.

6. Sa'ir

Nama neraka ini tercantum dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa' (4) ayat 10;

إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًا.

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api menyala-nyala (Neraka).

Surat Al-Mulk (67) ayat 5,

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ.

Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.

Surat Al-Mulk (67) ayat 10,11 dan lain-lain.

وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ.

Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala".

فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لِأَصْحَابِ السَّعِيرِ.

Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.

Di dalamnya ditempati orang-orang Nasrani.

7. Wail

Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Muthaffifin, ayat 1-3.

وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang

الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ

(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,

وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ

dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.


 Ayo kita masuki semua pintu surga dan kita tinggalkan semua pintu neraka ........
 amin ya robbal alamin ...........................................................................................          Daffyra sdy

Minggu, 07 Desember 2014

 TENANGKAN JIWAMU DENGAN SABAR

 

Subhanallah ...... Allohu Akbar ..........
Allah munguji kita supaya bersabar dari setiap ujian atau musibah yang datangnya tidak kita kehendaki baik dari orang-orang terdekat,sahabat,kematian,bencana alam,dll.



KARAKTER SESEORANG YANG DIKATAKAN SABAR ....................
1. Tidak membalas kejahatan.
Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. (QS. 16 ayat 126)
2. Membalas kejahatan dengan kebaikan.
Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itutidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dantidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar. (QS. 41 ayat 34-35)
3. Tidak bersedih hati terhadap orang yang jahat dengan kita dan tidak bersempit dada menghadapi tipu daya mereka Bersabarlah
(hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. (QS. 16 ayat 127)
4. Tidak gelisah terhadap orang yang membenci kita.
Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu. (QS. 30 ayat 60)
5. Tabah menghadapi segala ujian.
Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS. 31 ayat 17) 6. Tidak lemah karena bencana, tidak lesu, dan mudah menyerah Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (QS. 3 ayat146)

Allah memberikan jaminan buat orang-orang yang sabar di antaranya adalah:
1. Surga
Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera,(QS. 76 ayat 12)
2. Keselamatan.
(sambil mengucapkan): "Selamatlah atas kamu karena kesabaranmu". Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (QS. 13 ayat 24) 3. Dihancurkan musuhnya dan diberikan kebaikan.
Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeribahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka (QS. 7 ayat 137)
4. Diberikan balasan dua kali.
Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan. (QS. 28 ayat 54)
5. Allah akan selalu menjaganya.
Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamubangun berdiri (QS. 52 ayat 48).



 anak mts m3 sedayulawas  mengajak .........

Menanam sifat Jujur sejak Dini itu indah dan Menyenangkan



Berbicara kejujuran (dalam bahasa arab disebut sebagai Ash-Shidqun), Kejujuran dapat di mengklasifikasikannya menjadi 5 macam, yaitu:






1. Shidq Al-Qalbi (jujur dalam berniat).
Hati adalah poros anggota badan. Hati adalah barometer kehidupan. Hati adalah sumber dari seluruh gerak langkah manusia. Jika hatinya bersih, maka seluruh perilakunya akan mendatangkan manfaat. Tapi jika hatinya keruh, maka seluruh perilakunya akan mendatangkan bencana. Rasulullah Saw. bersabda, "Ingatlah, dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik, akan baiklah seluruh tubuh. Dan bila ia rusak, rusaklah ia seluruhnya. Itulah qalbu (hati)." (H.R. Bukhari).

Itulah hati dan kejujuran yang tertanam dalam hati akan membuahkan ketentraman, sebagaimana firman-Nya,


[Image: 13_28.png]
"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram." (Q.S. Ar-Ra'd [13]: 28)

2. Shidq Al-Hadits (jujur saat berucap).
Jujur saat berkata adalah harga yang begitu mahal untuk mencapai kepercayaan orang lain. Orang yang dalam hidupnya selalu berkata jujur, maka dirinya akan dipercaya seumur hidup. Tetapi sebaliknya, jika sekali dusta, maka tak akan ada orang yang percaya padanya. Orang yang selalu berkata jujur, bukan hanya akan dihormati oleh manusia, tetapi juga akan dihormati oleh Allah Swt. sebagaimana firman-Nya,

[Image: 33_70.png]
[Image: 33_71.png]



"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar." (Q.S. Al-Ahzab [33]: 70-71)

Hidup dalam naungan kejujuran akan terasa nikmat dibandingkan hidup penuh dengan dusta. Rasulullah Saw. bahkan mengkatagorikan munafik kepada orang-orang yang selalu berkata dusta, sebagaimana sabdanya, "Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga; bila berucap dusta, kala berjanji ingkar dan saat dipercaya khianat." (H.R. Bukhari dan Muslim)

3. Shidq Al-'Amal (jujur kala berbuat).
Amal adalah hal terpenting untuk meraih posisi yang paling mulia di surga. Oleh karena itu, kita harus selalu mengikhlaskan setiap amal yang kita lakukan. Dalam berdakwah pun, kita harus menyesuaikan antara ungkapan yang kita sampaikan kepada umat dengan amal yang kita perbuat. Jangan sampai yang kita sampaikan kepada umat tidak sesuai dengan amal yang kita lakukan sebab Allah Swt. sangat membenci orang-orang yang banyak berbicara tetapi sedikit beramal.
[Image: 61_2.png]
[Image: 61_3.png]


"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan." (Q.S. Ash-Shaff [61]: 2-3)

Jadi, yang harus kita lakukan adalah banyak bicara dan juga beramal agar kita bisa meraih kenikmatan surga.

4. Shidq Al-Wa'd (jujur bila berjanji).
Janji membuat diri kita selalu berharap. Janji yang benar membuat kita bahagia. Janji palsu membuat kita selalu was-was. Maka janganlah memperbanyak janji (namun tidak ditepati) karena Allah Swt. sangat membenci orang-orang yang selalu mengingkari janji sebagaimana dalam firman-Nya,
[Image: 16_91.png]
"Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat." (Q.S. An-Nahl [16]: 91)

Kita pun harus selalu membatasi janji yang kita ucapkan, baik kepada Allah maupun kepada manusia karena setiap janji yang kita ucapkan akan dipertanggungjawabkan di sisi Allah Swt.

"...Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya." (Q.S. Al-Israa [17]: 34)

5. Shidq Al-Haal (jujur dalam kenyataan).
Orang mukmin hidupnya selalu berada di atas kenyataan. Dia tidak akan menampilkan sesuatu yang bukan dirinya. Dia tidak pernah memaksa orang lain untuk masuk ke dalam jiwanya. Dengan kata lain, seorang mukmin tidak hidup berada di bawah bayang-bayang orang lain. Artinya, kita harus hidup sesuai dengan keadaan diri kita sendiri. Dengan bahasa yang sederhana, Rasulullah Saw. mengingatkan kita dengan ungkapan, "Orang yang merasa kenyang dengan apa yang tidak diterimanya sama seperti orang memakai dua pakaian palsu." (H.R. Muslim). Dari ungkapan ini, Rasulullah Saw. menganjurkan kepada umatnya untuk selalu hidup di atas kenyataan dan bukan hidup dalam dunia yang semu.

Klo udah kita lakukan pasti yang kita peroleh adalah Kebahagiaan  dan Ketentraman Jiwa
Waduh    ... senangnya
Ayo Kita Lakukan bersama ...................................
gaK Percaya  ...............     coba dulu doooong     antum pasti  ketagihan
subhanalloh. ..........................


Daffyra  putri Sedayulawas