Senin, 21 April 2014

CERITA SEDAYULAWAS

LEGENDA SEDAYULAWAS

Dewi Rara Tangis adalah seorang putri yang sangat cantik sehingga tidak sedikit orang yang ingin memilikinya. Di tengah – tengah perjalanan cinta antara Gajah Belang dan Dewi Rara Tangis, ada seorang putra bangsawan yang berasal dari Tuban yang bernama Jaka Kuncir yang ingin memiliki dan meminang Dewi Rara Tangis. Begitu juga dengan Indra Soewarna putra dari Kiageng Rengel ( sambas ) juga ingin menjadi pendamping Dewi Rara Tangis untuk menjadi istrinya, tapi semua itu tinggallah impian saja. Dewi Rara Tangis tidak mencintai Indra Soewarna ataupun Jaka Kuncir, ia hanya mencintai Gajah Belang meskipun Gajah Belang memiliki wajah yang sangat jelek. Dewi Rara Tangis menolak kepada kedua putra bangsawan itu untuk dijadikan pendamping hidup karena selain Dewi Rara Tangis tidak mencintai mereka berdua, mereka berdua mempunyai kepercayaan yang berbeda, mereka beragama budha.
Raden Rangga Jaya Sasmita atau ayah Dewi Rara Tangis mengetahui hubungan anaknya dengan Gajah Belang. Raden Rangga Jaya Sasmita tidak memperbolehkan kepada anaknya Dewi Rara Tangis supaya tidak lagi berhubungan dengan Gajah Belang, karena wajah Gajah Belang yang sangat jelek. Gajah Belang juga merupakan seorang rakyat jelata yang tidak pantas mempunyai hubungan baik dengan seorang putrid Tumenggung. Raden Rangga Jaya Sasmita beranggapan bahwa hubungan antara Dewi Rara Tangis dengan Gajah Belang merupakan suatu penghinaan besar bagi diri Raden Rangga Jaya Sasmita, karena anaknya yang sangat cantik yang dikagumi banyak orang mencintai seorang pemuda yang berasal dari rakyat biasa atau bukan bangsawan.
Raden Rangga Jaya Sasmita bermaksud untuk menghancurkan hubungan antara Dewi Rara Tangis dengan Gajah Belang. Namun, segala usaha Raden Rangga Jaya Sasmita yang ingin memisahkan cinta yang terjalin antara Dewi Rara Tangis dan Gajah Belang tidak ada hasilnya. Bahkan mereka sangat dekat dan kuat menjaga hubungan mereka. Hingga berulang kali Raden Rangga Jaya Sasmita berusaha, namun semua itu sia – sia tidak ada hasilnya. Segala usaha Raden Rangga Jaya Sasmita itu tidak berhasil, ia ingin membunuh dengan cara yang licik. Raden Rangga Jaya Sasmita berhasil membunuh Gajah Belang. Dengan akal licik itu Gajah Belang terbunuh dengan sebuah panah yang diluncurkan ke arah dada Gajah Belang oleh Raden Rangga Jaya Sasmita ayah Dewi Rara Tangis. Anak panah yang ada di dada Gajah Belang tersebut kemudian diambil dengan di cabut oleh Raden Rangga Jaya Sasmita dan muncullah suatu keajaiban. Setelah di cabutnya anak panah tersebut mengalirlah darah Gajah Belang yang berwarna putih. Setelah melihat suatu keajaiban pada diri Gajah Belang, Raden Rangga Jaya Sasmita baru menyadari atas segala perbuatan yang ia perbuat yang selama ini mempunyai niat untuk memisahkan hubungan Dewi Rara Tangis anaknya dengan Gajah Belang. Raden Rangga Jaya Sasmita baru sadar bahwa perbuatan yang paling buruk selama hidupnya adalah perbuatan yang dilakukan kepada Gajah Belang.
Dewi Rara Tangis kemudian mengetahui segala perbuatan ayahnya yakni Raden Rangga Jaya Sasmita kepada Gajah Belang. Dewi Rara Tangis sangat sedih setelah mendengar kejadian yang selama ini tidak disangka. Sementara itu Raden Rangga Jaya Sasmita melihat anak gadisnya yang sedih, ia juga merasa bahwa membunuh Gajah Belang adalah suatu kesalahan yang sangat besar. Dewi Rara Tangis marah dengan ayahnya Raden Rangga Jaya Sasmita dan untuk itu Dewi Rara Tangis ingin segera untuk meninggalkan rumahnya dan juga keluarganya. Dewi Rara Tangis kemudian meninggalkan rumahnya dan pergi. Dalam kepergian Dewi Rara Tangis, Raden Rangga Jaya Sasmita beserta keluarganya sangat kecewa kehilangan seorang gadis yang sangat cantik yang mana Dewi Rara Tangis tidak akan kembali pulang untuk selamanya. Dewi Rara Tangis pergi dan tidak kembali pulang hanya untuk pergi bertapa untuk selama – lamanya. Dalam janjinya Dewi Rara Tangis akan berusaha untuk menjadi orang yang cantik untuk selama – lamanya. Dewi Rara Tangis pergi bertapa untuk selamanya hanya untuk mengenang Gajah Belang dan untuk menjadi orang yang cantik selama – lamanya. Dalam bahasa jawanya “ DADI WONG SING AYU SAK LAWAS – LAWASE atau SIDO AYU SAK LAWASE “. Kemudian wilayah itu mempunyai kisah tersendiri, dan untuk itu orang – orang yang ada disekitar wilayah tersebut akan mengenang dan mengabadikan menjadi nama atau sebutan untuk sebuah daerah dengan kata “ DESA SEDAYULAWAS “.

Senin, 06 Agustus 2012



Gadis Suciku
kain suci menutupi auratmu….
kebaikan menjadi perinsipmu. dan…
senyum senantiasa menghiasi bibirmu.
gadis suci itulah julukanmu.

gadis berjilbab itulah panggilanmu
yang kan terus terukir dalam hatiku….

oh malaikatku…..
kau sungguh makhluk terindah dalam bumi
yang mampu menerangi hatiku yang gelap

oh malaikatku…..
kau telah merasuki relung hatiku……
dengan kecantikan hatimu

oh malaikatku…..
ku terpana padamu….
sejak pertama ku memandangmu
.


by DAFFIRA

Selasa, 06 Maret 2012



Scang adalah obat herbal yang banyak khasiatnya
Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Sepat tidak berbau. Menghentikan perdarahan, pembersih darah, pengelat, penawar racun dan antiseptik. KANDUNGAN KIMIA: Kayu: Asam galat, tanin, resin, resorsin, brasilin, brasilein, d-alfa-phellandrene, oscimene, minyak atsiri. Daun: 0,16%-0,20% minyak atsiri yang berbau enak dan hampir tidak berwarna.




Penyakit Yang Dapat Diobati :
Diare, disentri, batu darah (TBC), luka dalam, sifilis, darah kotor,; Muntah darah, berak darah, luka berdarah, memar berdarah; Malaria, tetanus, tumor, radang selaput lendir mata.;

cara buatnya :
masukkan batang scang yg ber galih kedalam satu gelas air (bisa juga air masak) dan .........................................
plus madu.



Jumat, 30 Desember 2011

11 indikator pembelajaran PAIKEM

KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) mengisyaratkan bahwa proses pembelajaran yang ideal adalah pembelajaran yang dapat merangsang peserta didik untuk dapat mengungkapkan segala potensi dirinya untuk dapat meraih sekian kompetensi sesuai dengan bakat dan minatnya, bukan sebaliknya hanya disuapi oleh guru dengan segala macam pengetahuan. Pembelajaran yang bermakna juga demikian, mengedepankan pengembangan potensi peserta didik, sehingga pembelajaran bukan bersumber atau terfokus pada guru, melainkan berfokus dan terpusat pada peserta didik. Proses pembelajaran yang demikian idealnya dilakukan dengan cara yang santun dan menyenangkan. Bukan dengan doktrinisasi dan intimidasi/tekanan. Sehingga dapat dikatakan pembelajaran tersebut adalah pembelajaran ramah anak atau dengan prinsip asah, asih, asuh. Ada sebelas indikator/tolok ukur bahwa pembelajaran dapat dikategorikan sudah PAKEM, yaitu :
1. Metode Pembelajaran :
  • Kegiatan belajar siswa menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi (wawancara, pengamatan, bermain peran, penelitian, berlangsung di luar dan di dalam kelas) sesuai dengan mata pelajaran. Idealnya lebih dari 3 jenis.
  • Kegiatan belajar siswa menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan spesifikasi bahan ajar.
  • Penggunaan metode dalam kegiatan belajar siswa sesuai dengan RPP.
2. Pengelolaan Kelas :
  • Kegiatan belajar siswa variatif (individual, berpasangan , kelompok, klasikal). Idealnya lebih dari 3 jenis.
  • Kelompok belajar siswa beragam (gender, sosial-ekonomi, intelegensi). Idealnya lebih dari 3 variabel.
  • Keanggotaan kelompok belajar berubah-ubah sesuai kebutuhan belajar (sesuai KD, materi, metode, dan alat bantu belajar).
  • Kegiatan pembelajaran menggunakan tata tempat duduk (meja/kursi) yang memudahkan siswa berinteraksi dengan guru maupun dengan siswa lainnya. Idealnya lebih dari 3 variasi tata tempat duduk.
  • Tata tertib kelas dibuat (dan disepakati) bersama antara siswa dan guru. Idealnya murni inisiatif siswa (khusus kelas tinggi).
3. Ketrampilan Bertanya :
  • Pertanyaan yang diajukan guru dapat memancing/mendukung siswa dalam membangun konsep/gagasannya secara mandiri.
  • Guru mengajukan pertanyaan selalu memberikan jeda (waktu tunggu) yang memberikan keleluasaan seluruh siswa untuk berfikir, lalu menunjuk siswa yang harus menjawab tanpa pilih kasih secara acak.
  • Guru juga mendorong siswa untuk bertanya, berpendapat dan/atau mempertanyakan gagasan guru/siswa lain.
  • Siswa menjawab pertanyaan guru dengan lebih dulu mengacungkan tangan tanpa suasana gaduh.
  • Siswa berani bertanya, berpendapat dan/atau mempertanyakan pendapat baik secara lisan/tulisan.
4. Pelayanan Individual :
  • Terdapat program kegiatan belajar mandiri siswa yang terencana dan dilaksanakan dengan baik.
  • Siswa dapat menyelesaikan tugas /permasalahannya dengan membaca, bertanya atau melakukan pengamatan dan percobaan.
  • Guru melakukan identifikasi, merancang, melaksanakan, mengevaluasi dan menindaklanjuti Program Pembelajaran Individual (PPI) sebagai respon adanya kebutuhan khusus (hiperaktif, autis, lamban, dsb).
  • Kegiatan pembelajaran melayani perbedaan individual ( tipe belajar, siswa: audio, visual, motorik, audio-visual, audio-visual-motorik) menggunakan multimedia.
  • Siswa melakukan kegiatan membaca dan menulis atas keinginan sendiri dan didokumentasikan.
5. Sumber Belajar dan Alat Bantu Pembelajaran
  • Guru menggunakan berbagai sumber belajar (sudut baca, perpustakaan, lingkungan sekitar) yang sesuai dengan kompetensi yang dikembangkan.
  • Guru membuat alat bantu pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang dikembangkan sendiri dan /atau bersama siswa/orangtua siswa.
  • Guru trampil/menguasai alat bantu pembelajaranyang tersedia dan sesuai dengan materi yang diajarkan.
  • Lembar kerja mendorong siswa dalam menemukan konsep/gagasan/rumus/cara (tidak hanya mengerjakan perintah) dan dapat menerapkannya dalam konteks kehidupan nyata sehari-hari.
6. Umpan Balik dan Evaluasi
  • Guru memberikan umpan balik yang menantang (mendorong siswa untuk berpikir lebih lanjut) sesuai dengan kebutuhan siswa.
  • Guru memberikan umpan balik (lisan/tulisan) secara individual.
  • Guru menggunakan berbagai  jenis penilaian (tes dan non tes) dan memanfaatkannya untuk kegiatan tindak lanjut.
  • Setiap proses dan hasil pembelajaran disertai dengan reward /penghargaan dan pengakuan secara verbal  dan/atau non verbal.
7. Komunikasi dan Interaksi
  • Bantuan guru kepada siswa dalam pembelajaran bersifat mendorong untuk berfikir (misalnya dengan mengajukan pertanyaan kembali).
  • Setiap pembelajaran terbebas dari ancaman dan intimidasi (yang ditandai : tidak ada rasa takut, labelling, bulliying, anak menikmati, guru ramah).
  • Setiap proses pembelajaran bebas dari perlakuan kekerasan (emosional, fisik, pelecehan seksual).
  • Perilaku warga kelas (siswa dan guru) sesuai dengan tata tertib yang dibuat bersama dan etika yang berlaku.
  • Siswa mendengarkan dengan baik ketika guru atau siswa lain berbicara.
  • Komunikasi terjalin dengan baik antara guru-siswa dan siswa-siswa.
8. Keterlibatan Siswa
  • Siswa aktif dan asyik berbuat /bekerja dalam setiap kegiatan pembelajaran.
  • Guru selalu meberikan kesempatan kepada siswa untuk tampil di depan kelas untuk menyajikan/mengemukakan /melakukan sesuatu.
  • Dalam setiap kerja kelompok ada kejelasan peran masing-masing siswa dan terlaksana secara bergilir.
9. Refleksi
  • Setiap usai pembelajaran guru meminta siswa menuliskan/mengungkapkan kesan  dan keterpahaman siswa tentang apa yang telah dipelajari.
  • Guru melaksanakan refleksi/perenungan tentang kekuatan dan kelemahan pembelajaran yang telah dilaksanakan.
10. Hasil Karya Siswa
  • Berbagai hasil karya siswa dipajangkan, ditata rapid an diganti secara teratur sesuai perkembangan penyampaian materi pembelajaran.
  • Hasil karya siswa adalah murni karya /buatan siswa sendiri.
11. Hasil Belajar
  • Hasil belajar siswa memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM).
  • Siswa mengalami peningkatan kompetensi personal/sosial sesuai dengan potensinya (kerjasama, toleransi, menyelesaikan konflik secara sehat, bertanggung jawab dan kepemimpinan).
  • Siswa mengelami peningkatan rasa percaya diri (kemampuan bertanya, menjawab dan tampil di depan kelas).
Kelas dan pembelajaran yang PAKEM ternyata tidak hanya terlihat dari segi fisik saja, misalnya banyaknya pajangan di kelas sehingga nampak ramai dan meriah, namun yang lebih penting dan utama adalah proses pembelajaran dan cara mengajar yang sudah tidak konvensional lagi.
Marilah, dengan pembelajaran yang PAKEM kita sambut UN 2010 dengan penuh optimisme dan rasa percaya diri. Saya percaya bahwa seluruh guru di Indonesias sudah lama melaksanakan pembelajaran secara PAKEM. Postingan ini hanyalah sebagai on service saja. Mudah-mudahan walau sekecil apa pun dapat membawa manfaat bagi kita semua.

AWAS ! pembelajaran yang salah kaprah .......

Jumat, 02 Desember 2011

AKIBAT MEROKOK



Assalamu'alaikum Wr.Wb
teriring salam ukhwah islamiyah Kami sampaikan dari lubuk qolbu yang paling dalam

wahai anakku yang ku cintai dan ku sayangi ......
setelah melihat tayangan vidio di atas apa yang dikatakan hati anda ....?
smoga bermanfaat bagi saya , keluarga saya dan orang2 disekeliling saya  amiin ........

Wassalam .....